09 September 2011

jalan jalan ke Gua Pawon

Kalau cuma tahunya Bandung itu surga belanja, berati belum tahu, Bandung juga surganya Gua (dalam bahasa sunda disebut Guha), selain ada gua belanda/jepang di taman ir juanda, ada juga gua alam di seputaran padalarang yaitu gua Pawon

Untuk jalan-jalan ke tempat yang satu ini, bener-bener bikin Bambam ma Agit terkaget-kaget, karena baru sekarang nemu Gua yang serius, bukan Gua rumah sponge Bob yang ada di kp. Gajah lembang hehehee...

Yap betul, Gua Pawon, adalah situs purbakala yang lokasinya sangat dekat dengan Bandung, 8 km dari pintu tol Padalarang atau sekitar 10-15 menit dari situ Ciburuy.

Gua Pawon bukanlah gua yang sangat besar, tapi Gua Pawon sangat cukup menyenangkan dijelajahi untuk keluarga, apalagi jaraknya yang boleh dikatakan dekat dari Kota Bandung. Tidak perlu repot-repot karena dekat dengan jalan utama, banyak tempat makan, minimarket bahkan ada kolam renang didekatnya.

Masuk ke gua Pawon serasa kita dibawa menjelajah ke masa ribuan tahun lalu dimana masa lalu sepertinya tukang bakso belum ada. Hati-hati pas masuknya karena jalannya curam dan berbatu-batu tajam.


Begitu masuk kita disuguhi oleh bau khas kelelawar yang menyengat, tapi ga usah tutup hidung karena setelah melewatinya kita disuguhi lukisan alam lain yang menakjubkan


Jalan didalamnya sudah dibuat sedemikian rupa oleh warga/pemda sehingga kita tinggal ngikutin aja.


lorong-lorongnya menembus dari sisi satu ke sisi lain memperlihatkan pemandangan daerah Padalarang yang menakjubkan


Klik gambar untuk memperbesar

Satu sisi terlihat hamparan sawah hijau, sisi lain tampak bukit-bukit batu yang tampak keras dan tua termakan jaman. Kalau matanya masih tajam, bisa lihat di beberapa bukit sebelah terdapat tangga-tangga yang menjulur ke lubang-lubang gua kecil, katanya masih ada penggalian-penggalian kecil untuk mencari penemuan lain.

Ada satu sudut didalam gua nampak lukisan yang dibuat oleh alam, seperti berada di dunia lain.


Didalam inti gua atasnya berlubang besar, hingga cahaya siang matahari bisa terang benderang menerangi dalam gua, nampak tekstur dan pori-pori gua bisa dilihat dengan jelas, seperti karang di laut.
Menurut hasil penelitian, sekitar > 25 juta tahun lalu, kota Bandung dan sekitarnya merupakan laut dangkal dimana salah satu daerahnya (Padalarang) perlahan-lahan terangkat/airnya menyurut menjadi jajaran pegunungan.


Ada yang menarik dari gua pawon, ada fosil manusia purba meringkuk didalamnya (ga tahu nih mana yang bener, kata yang jaga di pintu, fosil asli di musium geologi atau tapi ada yg bilang juga ada di Gua pawon ini), menurut literatur yang tersebar di internet, fosil manusia di dalamnya dikatakan manusia Pawon karena unik dan tidak ditemukan di lokasi lain.


Hebatnya lagi ada artefak batu-batu yang ditemukan disini ada persamaan dengan batu yang ditemukan di daerah Kendan Nagreg, bisa dibayangkan, apabila bukti-bukti arkeologi itu benar, maka jalur dari Padalarang hingga Nagreg adalah jalan raya manusia purba, Hmmm mungkin semacam dunia Mr.Flinstone kali yeee ..hehehehe

Oh ya jangan lupa mengunjungi musium pawon di perkampungan penduduk, katanya akan dilengkapi artefak-artefak yang pernah dan akan ditemukan disekitar gua pawon. Rencananya jalan menuju lokasi akan diperbagus.



Karena masih ada waktu, iseng-iseng cari tahu kenapa sebelum masuk jalan utama ke Gua Pawon kering kerontang (belum musim ujan) tetapi perkampungan dan persawahan yang deket banget dengan gua Pawon justru ijo royo-royo, tidak nampak kekurangan air. Ternyata di antara celah batu-batu raksasa yang kokoh ada mata air mengalir jernih banget. Tidak heran dulu daerah ini disebut 'Cinyusuan', kurang-lebih artinya air untuk menyusui.


Buat keluarga yang hobby berpetualang dan yang senang dengan suasana masa lalu banget, Gua Pawon wajib jadi menu ketika bosan mengunjungi Bandung yang itu lagi ..yang itu lagi ..belanja

27 Juli 2011

Air Terjun Curug Cinulang


Kebetulan libur panjang sudah usai, saat kita jalan-jalan ke seputaran kota Bandung lagi. Kalau di musim liburan udah pasti tempat wisata di Bandung kayak cendol dan macet, jadi mendingan kalau mau santai sesudah musim liburan aja.

Bambam ma Agit kemaren pengen liat air terjun yang beneran, bukan yang bo'ongan ataupun buatan. Setelah diitung-itung yang paling deket dan yang paling murah-meriah plus pemandangannya cukup keren kita putuskan ke curug Cinulang di Cicalengka.

Curug artinya air terjun, Curug Cinulang atau Air Terjun Cinulang ada di daerah Cicalengka Kab. Bandung berbatasan dengan kab. Sumedang tapi resminya curug ini berada di wilayah Sumedang walaupun lebih dekat ke Bandung, sekitar 35 km dari alun-alun Bandung, kalau dari bypass soekarno-hatta lebih dekat lagi, ngga nyampe satu jam sudah sampai, pokoknya beberapa menit sebelum tanjakan nagreg ada petunjuknya.

Curug cinulang merupakan tempat wisata air terjun yang sangat mudah dijangkau dari Kota Bandung, dari tempat parkir ke lokasi air terjunnya juga cukup dekat, sehingga cocok untuk mengajak orang yang malas jalan jauh.

Yang menarik dari tempat ini ada dua sisi air terjun, ada yang sisi memiliki dua semburat air deras dan ada sisi yang hanya dialiri air tidak begitu deras. Kedua sisi air terjun ini berjarak sekitar +100 meteran.

air terjun water fall cinulang


curug/air terjun cinulang
Selain itu, kalau berani, air terjunnya bisa didekati dengan jarak yang sangat dekat dan merasakan deburan air jatuh di badan, dijamin beberapa menit bisa menggigil kedinginan. Nah untuk yang membawa anak kecil bisa ke air terjun yang satu lagi, aliran airnya sepoi-sepoi, tidak deras.

Mungkin ini uniknya lokasi air terjun Curug Cinulang ..bisa merasakan sensasi beli ba'so di aliran air terjun hahahaha... plus warung-warung bertebaran di deket air terjun, lagi berendem tinggal ngacung nanti bisa dianterin gorengan sama kopi wkwkwkw... Coba kalau tertata rapih, warung-warung dan tukang dagang ga sembarangan disana, pasti jadi salah satu lokasi air terjun dengan pemandangan yang eksotis.

Menyebrangi aliran airnya (sungai) lewat jembatan kita sudah diwilayah Sumedang, jalan menanjak dengan tangga sudah di semen sehingga tidak licin. Ada pondok-pondok buat duduk-duduk, kalau jalan keatasnya lagi ada lahan bisa di pakai Camping.

Bambam ma Agit lebih senang bermain-main di air terjun yang alirannya kecil, apalagi bisa lihat pelangi secara langsung.



Udah cape bermain, bersih-bersih dulu di kamar mandi dekat Mushola di atas dekat pintu masuk baru pulang. Oh ya... sepanjang perjalanan ketika di dekat curug cinulang ada kolam renang juga namanya kolam renang dampit dan juga ada tempat wisata lain seperti flying fox, pemancingan dan tentu saja ada rumah makan/restaurant dengan view yang indah.

16 Mei 2011

Sejarah legenda batu kukumbung

legenda batu kukumbung, dari beberapa cerita yang pernah ada, yang paling keren gini ceritanya :

Alkisah setelah Prabu Kian Santang berguru untuk mencapai kedigjayaan ilmu yang tertinggi yang ada di alam jagad raya ternyata ada di Mekah, justru membawa dia kepada Islam. Maka kembalilah dia ke Pajajaran hendak menyampaikan kabar baik (Islam) kepada ayahhandanya Prabu Siliwangi.

Namun Prabu Siliwangi menolak ajaran tersebut, dikisahkan terjadi pertarungan hebat dengan para pengawal Sang Prabu Siliwangi pendekar-pendekar sakti mandraguna Pajajaran. Bagi Kian Santang sangatlah mudah mengalahkan mereka, hingga akhirnya Kian Santang berhadapan dengan ayahandanya sendiri, Prabu Siliwangi.

Sang Prabu Siliwangi memilih tidak bertarung dengan anaknya dan menghilang dalam kesenyapan, Kian Santang terus berusaha mencari ayahandanya hingga ke Cidaun pesisir pantai Jayanti Cianjur, bertemulah mereka disana, Prabu Siliwangi yang marah menghentakkan kakinya diatas batu besar dan lenyap ditelan bumi. Salah satu Istana Kerajaan Pajajaran ditepi pesisir cianjur tersebut juga tiba-tiba lenyap tak berbekas.

Saat ini, untuk hutan/istana tempat Prabu Siliwangi menghilangkan diri lebih dikenal dengan nama (hutan) leuweung sancang dan batu pijakan Prabu Siliwangi disebut Batu Kukumbung.

Silahkan dicoba sumber ceritanya ada disini :

02 Maret 2011

Wisata ke pesisir Selatan Jawa Barat, Jayanti & Ranca Buaya via Ciwidey-Cidaun (Bag 2)


Di Pantai Jayanti ada semacam teluk kecil tempat perahu nelayan ditambatkan dan merupakan teluk untuk keluar masuk kapal nelayan tanpa menerjang ombak, para nelayan menyebutnya 'lawang' (pintu). Kesannya emang cukup mistis, karena disebelah Pantai Jayanti ada hutan lindung yang kemungkinan berkaitan erat dengan petilasan Prabu Siliwangi Raja Pajajaran.


Sayang, pemerintah setempat kurang (belum) memaksimalkan pantai ini, jadi terkesan tidak begitu tertata, padahal kalau mau ditata, pasti lebih bagus.


Hutan lindung disebelah Pantai Jayanti ini, rencananya disana ada lokasi wisata - ziarah - mancing yang disebut batu kukumbung, disana terdapat situs jejak/tapak prabu Siliwangi. Katanya situs bersejarah ini baru akan dibuka besok, sepertinya bakal menjadi tempat favorit nantinya.



Situs batu kukumbung terdapat di Kampung Cigebang, Desa Karangwangi, Kecamatan Cidaun, Cianjur, beberapa menit dari pantai jayanti menuju Rancabuaya.




kita selanjutnya melanjutkan perjalanan ke Ranca Buaya, sekitar setengah jam dari pantai Jayanti. Ranca Buaya dalam peta masuk wilayah Garut Selatan, walaupun dari kota Garut ke Rancabuaya butuh waktu 3 jam-an lebih.

di pesisir Rancabuaya pemandangannya cantik, pesisir pantainya didominasi oleh tebing-tebing dan karang sehingga tidak terlalu cocok untuk berenang. Bagi yang mau berenang bisa cari titik-titik lain untuk berenang yang ada diantara jalur Ranca Buaya - Pameungpeuk banyak spot-spot pantai untuk di kunjungi, tapi kadang-kadang tak terurus, ada loket karcis/portal tapi tak ada yg menjaga. Klo mau dimasuki jadi agak gimana gituu...

Seperti di Pantai Wisata pasir putih Gunung Geder, ga jelas penjaganya, sayang, padahal tempat yang menawan, katanya sih mo ngalahin kuta bali, amin.



27 Februari 2011

Wisata ke pesisir Selatan Jawa Barat, Jayanti & Ranca Buaya via Ciwidey-Cidaun (Bag 1)


Apa kabar teman-temin sekalian, sudah lama tidak berjumpa ya, kali ini Bambam ma Agit mau cerita yg lengkap tentang tempat wisata di Pesisir Jawa Barat Bagian Selatan khususnya dari Bandung-ciwidey ke Cidaun, Jayanti, Ranca Buaya. Sebelumnya sudah ada cerita kesana, tapi makin banyak sodara-sodara pada pengen tahu rute yang bener dan lengkap biar ga kesasar kesana.

Inget ya, perjalanan kesana bisa lewat banyak rute, tapiii rute yang paling eksotis dan menawan hanya lewat Ciwidey, karena pemandangannya yang luar biasa indah, pegunungan kebun teh, hutan lebat, persawahan, tebing-tebing, sungai-sungai dan diakhiri di pantai-pantai yang menghadap samudra Indonesia. Berbeda kalau lewat Garut-Cikajang-Pameungpeuk yang rute jalannya sudah umum dilewati kendaraan dan lebih jauh, kalau lewat Ciwidey-Cidaun kendaraan yg berpaspasan bisa diitung dengan jari dan jalurnya lebih seru dan menantang. Bisa Juga lewat Bandung-Pangalengan-Rancabuaya, cuma jalurnya saat ini jauh lebih buruk, jalur sakit perut, karena jalan jeleknya panjang, mungkin beberapa tahun kedepan pemdanya akan melebarkan dan memperbaiki jalur ini.
Dimulai dari kota Bandung (kalau yang dari Jakarta bisa ambil keluar Pintu Tol Kopo) trus ke arah Soreang. Enakan berangkat sepagi mungkin karena kalau sudah siang sedikit bakal banyak ketemu yang wisata ke kawah putih - situpatenggang yang kalau sudah Rame malah bisa kena macett dan tujuan utamanya bukan kedua daerah wisata tersebut.

Kalau jalan kosong, Bandung-Ciwidey bisa ditempuh 1 jam-an, dari kota Ciwidey kita melakukan perjalanan ke jalan danau situ patenggang tapi jangan masuk ke tempat wisatanya, ketika sampai ke persimpangan yang kekanan masuk ke wisata situ patenggang, nah kita ambil jalur kiri yang ke arah balegede-naringgul-cidaun.

Disinilah perjalanan yang seru dimulai, kalau biasanya udah takjub lihat pemandangan di seputaran situ patengan, nah jalur ini lebih keren lagii, dalam waktu sekitar setengah jam kita disuguhi hamparan pemandangan kebun teh yang ga ada ujungnya dengan lika-liku jalan yang yang ga bikin ngantuk. Jangan lupa baca plang tanda jalan, karena ada satu persimpangan dengan plang arah yang kecil menunjukkan arah ke Cidaun, kalao bingung, tanya saja ke para pemetik teh yang biasanya memetik di sisi jalan.

Kalo berangkat pagi, biasanya kita bisa dapet gambar yang sangat bagus, karena kabutnya tipis dan sinar matahari pagi nampak jelas menembus hamparan kebun teh yang luas banget. Ada tempat bagus buat ngopi pagi klo kita berangkat pagi belum sarapan. Nikmat banget bawa roti/makanan dari rumah, trusss ngopi disini, bikin ngilerrrr...






Selanjutnya perjalanan dilanjutkan, setelah hamparan luas kebun teh, masuklah kita ke wilayah Cianjur Selatan. Jangan heran, Ciwidey itu bagian wilayah Kab. Bandung, perbatasan Ciwidey itu masuk wilayah Cianjur selatan. Begitu masuk nampak jelas batas dari perkebunan teh langsung disuguhi pemandangan hutan lebat (klo ga salah sih..) pohon pinus. Kabut yang baru turun dari pegunungan di Ciwidey bikin pemandangan serasa bukan di Indonesia. Hutan lebat yang ditembusi cahaya matahai pagi bener-bener bikin takjub.

Selepas hutan kita menuju wilayah Balegede yang merupakan persawahan luas. Jangan tidur, dalam satu jam kedepan di kanan-kiri jalan, merupakan lembah-lembah hijau berbatu dengan semburan beberapa air terjun yang bisa dilihat langsung ga pake bayar. Perkampungan penduduk ada di sepanjang jalan, jadi yang pake motor ga usah khawatir klo ban bocor, karena tiap 10-20 menit pasti ada tempat bengkel/tambal ban dan warung.



Selepas Balegede menuju Naringgul, jalan semakin seru, kendaraan kita berjalan di sisi tebing, kita bahkan bisa menemukan air terjun tepat di pinggir jalan.






Nah, sekitar satu jam-an lewat Naringgul menuju Cidaun, barulah tanda-tanda bau laut mulai terasa.


Begitu kita bisa melihat laut dari dataran tinggi berarti sudah sampai di Cidaun, jangan lupa ketika sampai cidaun ketemu pertigaan (ada plangnya) belok kiri dan saatnya melepaskan lelah sejenak karena setelah melewati perjalanan yg eksotis kadang perlu mampir dulu ke mini market wkwkwkwk... (waktu berangkat mikirnya ga kehidupan disana, ternyata minimarket lengkap dan harga normal)



Dari Cidaun, setelah dari mini market melengkapi perbekalan yg abis selama perjalanan, kita lanjutkan menuju pantai Jayanti. Kalau menurut peta, Pantai Jayanti berada di wilayahnya Cianjur Selatan, pantainya orang Cianjur.



Disini kita bisa beli ikan langsung dari pelelangan dan dimasak di warung-warung sekitar.

Ada tempat penginapan juga bagi yang mau menginap, biasanya yang hobi mancing suka ke Pantai Jayanti ini.

09 Januari 2011

Happy new year 2011

yipeee